aadc (1)

Gara-gara di group WA Somplakers (Group WA terkeren di kantor hehe…) ada yang nulis sebait kata-kata dalam puisi AADC (walaupun kliru). malam-malam buta saya jadi kepikiran untuk browsing di internet dan akhirnya dapet juga, gapake lama yang mau nostalgilaa silahkan cekidotttt di bawah ini…cusss.

 

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku 
Sepi.. sepi dan sendiri, aku benci
Aku ingin bingar, aku ingin di pasar
Bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai!
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
Biar terdera..
Atau aku harus lari ke hutan, belok ke pantai?

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya?
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta?
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja

Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat… bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu
Di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada
Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu
Jiwa ini adalah tandu
Duduk saja…maka akan kita bawa semua
Karena kita adalah satu

_RFU_