Sahabat

Sahabat,

kita bukanlah kepompong yang merubah ulat menjadi seekor kupu-kupu, kita bukan juga buah dondong yang ternyata berduri, kita hanyalah seorang manusia yang tak sempurna. Hanya dengan saling melengkapilah kita bisa menjadi sempurna.

Sahabat, kapal yang berlayar selalu mempunyai seorang nahkoda yang membawa kapalnya berlayar diatas lautan. Begitupun kita, kita mempunyai kapal masing-masing yang harus berlayar mengarungi lautan kehidupan.

Dan pada saatnya nanti kita akan berkumpul di tepi pelabuhan untuk beristirahat sejenak, berkumpul, berbagi dan bercerita  untuk kemudian kembali melanjutkan perjalanan mengarungi lautan yang penuh dengan terpaan ombak bahkan badai.

Apakah kita sanggup menjadi seorang nahkoda yang membawa kapalnya mengarungi lautan yang luas tanpa berlabuh ??

Karena hanya ditempat berlabuh itulah kita bisa berbagi dan bersama-sama, walaupun tak akan selamanya bersama. Tapi pelabuhan adalah tempat yang bisa memberikan tempat dikala kapal sedang lelah berlayar dan harus menepi.

Namun kita bukanlah kapal yang tak mempunyai hati, dan kita bukanlah tempat berlabuh untuk singgah sementara. Namun kehidupan memang bagaikan lautan, kapal dan pelabuhannya.

Bagaikan nahkoda yang membawa kapalnya melewati lautan untuk mencapai tujuan dengan selamat  dan singgah dipelabuhan yang tepat ketika lelah. Mungkin seperti itulah kehidupan.

 

Artikel Blog Yang Hilang “RHN

_RFU_