Dari rasa penasaran menjadi pengen tahu jadi begini, mulanya seminggu yang lalu saya jenguk komisaris saya di RS. Abdi Waluyo Menteng, dan pada saat itu (kebetulan hari pertama beliau di RS, dan saya di minta untuk jagain) saya dan teman kantor sampai di kamar K-104 RS. Abdi Waluyo dengan keadaan kosong, saya tanya kepada suster yang jaga di counter tidak jauh dari kamar Pasien. setelah saya tanya suster ternyata pasien lagi di MRI (dalam hati saya “MRI? kata-kata yang asing dalam benak saya, hehe…maklum orang kampuang :)”). dengan banyak pertanyaan dalam diri saya dan mencoba untuk menjadi pendengar yang baik. (tidak lama kemudian pasien sudah keluar dari ruang MRI dan menuju ke ruangan kamar). di sana sudah ada saudara beliau yang kebetulan juga lagi jenguk, naaa di dalam ruangan kamar itulah saatnya saya menjadi pendengar yang baik, menyimak orang2 pada bicara masalah MRI, karena saya memeng nol besar tidak tahu MRI dari perbincangan mereka saya mulai ada sedikit pencerahan mengenai MRI, dengan sedikit kesimpulan yaitu Suatu alat diagnostik terkini dengan menggunakan medan magnet untuk memeriksa bagian tubuh tanpa Pembedahan, tanpa Radiasi sinar X juga tanpa bahan kimia sehingga manghasilkan gambar yang detail. Dan uniknya lagi di dalam pemerikasaan MRI pasien di perbolehkan untuk memilih lagu yang dia suka agar menimbulkan rasa rileks pada diri pasien. dan untuk lebih jelas lagi saya dapat articel dari Wikipedia sebagai berikut : cekidot >>>>>>>

mri-scanner

Pencitraan resonansi magnetik (bahasa Inggris: Magnetic Resonance Imaging, MRI) ialah gambaran potongan cara singkat badan yang diambil dengan menggunakan daya magnet yang kuat mengelilingi anggota badan tersebut. Berbeda dengan “CT scan”, MRI tidak memberikan rasa sakit akibat radiasi karena tidak digunakannya sinar-X dalam proses tersebut.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan gambar organ dalam pada organisme hidup dan juga untuk menemukan jumlah kandungan air dalam struktur geologi. Biasa digunakan untuk menggambarkan secara patologi atau perubahan fisiologi otot hidup dan juga memperkirakan ketelusan batu kepada hidrokarbon.

Cara kerja MRI

  1. Pertama, putaran nukleus atom molekul otot diselarikan dengan menggunakan medan magnet yang berkekuatan tinggi.
  2. Kemudian, denyutan/pulsa frekuensi radio dikenakan pada tingkat menegak kepada garis medan magnet agar sebagian nuklei hidrogen bertukar arah.
  3. Selepas itu, frekuensi radio akan dimatikan menyebabkan nuklei berganti pada konfigurasi awal. Ketika ini terjadi, tenaga frekuensi radio dibebaskan yang dapat ditemukan oleh gegelung yang mengelilingi pasien.
  4. Sinyal ini dicatat dan data yang dihasilkan diproses oleh komputer untuk menghasilkan gambar otot.

Dengan ini, ciri-ciri anatomi yang jelas dapat dihasilkan. Pada pengobatan, MRI digunakan untuk membedakan otot patologi seperti tumur otak dibandingkan otot normal.

Teknik ini bergantung kepada ciri tenang nuklei hidrogen yang dirangsang menggunakan magnet dalam air. Bahan contoh ditunjukkan seketika pada tenaga radio frekuensi, yang dengan kehadiran medan megnet, membuatkan nuklei dalam keadaan bertenaga tinggi. Ketika molekul kembali menurun kepada normal, tenaga akan dibebaskan ke sekitarnya, melalui proses yang dikenal sebagai relaksasi. Molekul bebas menurun pada ambang normal, tenang lebih pantas. Perbedaan antara kadar tenang merupakan asas gambar MRI–sebagai contoh, molekul air dalam darah bebas untuk tenang lebih pantas, dengan itu, tenang pada kadar berbeda berbanding molekul air dalam otot lain.

Penamaan MRI

Walaupun perilaku nuklir atomik terhadap contoh adalah hal terpenting bagi teknik ini, akan tetapi penggunaan istilah nuklir dihindari. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kebingungan maupun kekhawatiran yang timbul sebagai akibat adanya kaitan antara perkataan “nuklir” dengan teknologi yang digunakan dalam senjata nuklir dan risiko bahan radioaktif. Berbeda dengan teknologi senjata nuklir, nuklei berkait dengan MRI yang ada dan sedia ada samaada teknik ini digunakan atau tidak.

Kelebihan MRI

Salah satu kelebihan tinjau MRI adalah, menurut pengetahuan pengobatan masa kini, tidak berbahaya kepada orang yang sakit. Berbanding dengan CT scans “computed axial tomography” yang menggunakan aksial tomografi berkomputer yang melibatkan dos radiasi mengion, MRI hanya menggunakan medan magnet kuat dan radiasi tidak mengion “non-ionizing” dalam jalur frekuensi radio. Bagaimanapun, perlu diketahui bahwa orang sakit yang membawa benda asing logam (seperti serpihan peluru) atau implant terbenam (seperti tulang Titanium buatan, atau pacemaker) tidak boleh dipindai di dalam mesin MRI, disebabkan penggunaan medan megnet yang kuat.

Satu lagi kelebihan scan MRI adalah kualitas gambar yang diperoleh biasanya mempunyai resolusi lebih baik berbanding CT scan. Lebih-lebih lagi untuk scan otak dan tulang belakang walaupun mesti dicatat bahwa CT scan kadangkala lebih berguna untuk cacat tulang.

Membayangkan kepentingan asas dan aplikasi MRI dalam bidang obat-obatan, Paul Lauterbur dan Sir Peter Mansfield dianugerahi Hadiah Nobel pada 2003 dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk penemuan mereka atas MRI.

mri_main

Contoh hasil pemeriksaan MRI.

Bagi yang punya pengalaman yang lain bisa share yaa…

Indahnya saling berbagi.

_RFU_